kankinkun

Dec 24

Ia

Ini tentang ia dan rasa percaya yang digenggamnya; pada dunia, pada perubahan yang tampak dekat, pada gilang-gemilang kebenaran yang menang.

Namun ia dihadapkan pada kisah yang kerap mengenai para penghisap, para penutup telinga, mereka yang keras hati, atau urung berurusan pakai nurani.

Maka ia duduk termanggu, merasakan genggamannya mengosong seiring rasa percayanya tersapu, ikut angin yang barusan bertiup.

***

Ini tentang ia yang terang. Yang seharusnya diberi ruang luas-luas, untuk mengenyahkan gelap pekat di penjuru negeri.

Namun ia dihadapkan pada manusia-manusia yang berorasi dalam diskusi. Yang menelan kawan sendiri. Yang rindu, bahkan haus sorot lampu. 

Ia rikuh. Lantas menarik diri dan senyap di sudut, hingga perlahan kehilangan nyala.

Kankinkun, 12/15/12


  1. berlarian reblogged this from namasayakinsi
  2. wahyuharipurnama reblogged this from namasayakinsi
  3. rp156 reblogged this from namasayakinsi
  4. rifkiafinaputri reblogged this from namasayakinsi and added:
    Kankinkun, 12/15/12
  5. auliareski reblogged this from namasayakinsi
  6. vherachekhov reblogged this from namasayakinsi
  7. karaengkribo reblogged this from namasayakinsi
  8. nurahmatinnisa reblogged this from namasayakinsi
  9. febzcozy reblogged this from namasayakinsi
  10. ashrirs reblogged this from namasayakinsi
  11. kuntawiaji said: galau amat mbak.
  12. namasayakinsi posted this